Pacitan adalah sebuah Kabupaten kecil yang ada di Jawa Timur. Dengan perbatasan sebelah Barat Kabupaten Wonogiri (Jawa Tengah), sebelah Timur Kabupaten Trenggalek, sebelah Utara Kabupaten Ponorogo, dan sebelah Selatan adalah Samudera Hindia.

Peta wisata pacitan







Dengan letaknya yang menghadap langsung ke Samudera Hindia, Pacitan berpotensi memiliki ombak yang bagus dan cocok digunakan untuk Surfing. Seperti gambar di atas di sepanjang teluk pacitan dapat ditemui beberapa spot surfing dengan ombak yang menawan. Berawal dari itu beberapa pemuda lokal dengan pengetahuan seadanya tentang olahraga surfing mulai mengeksplorasi pantai-pantai yang ada di Pacitan. Tidak diketahui kapan tepatnya ada surfer pertama kali surfing di tempat ini. Pada akhir tahun 1999 sampai awal 2000 an mereka mulai mendalami Surfing, memperkenalkan Surfing kepada masyarakat Pacitan dan bermimpi memajukan Surfing di Pacitan. Karena mereka tahu bahwa pantai-pantai di Pacitan memiliki potensi yang sangat besar.

Dengan pengetahuan Surfing seadanya mereka memulai Surfing dengan peralatan seadanya. Pertama kali tanpa surf board dan hanya menggunakan papan bodyboard/boogieboard handmade. Hanya berbekal 4-5 bodyboard mereka 7-8 orang bergantian menaklukkan ombak Pantai Teleng Ria, tak sedikit warga yang menganggap mereka gila dan nekad. Wajar, karena masyarakat Pacitan masih dibayang-bayangi dengan keangkeran Pantai Selatan.


pacitan surfing
Semua berawal dari Bodyboard ini
Seiring waktu berjalan pengetahuan mengenai surfing mereka kuasai sedikit demi sedikit, walaupun hanya berbekal bodyboard. Suatu saat sedang asyik bermain ada seseorang yang datang ke pantai dengan membawa surfboard "papan surfing sebenarnya", entah orang itu datang dari mana tetapi terlihat kalau orang tersebut sudah terbiasa dengan ombak di Pacitan. Singkat cerita mulai berkenalanlah mereka dengan "Surfer Lokal" tersebut dia bernama Hary Rosyid Ashari berprofesi sebagai dokter dan biasa dipanggil dr.Hary. Mungkin beliau inilah surfer lokal pacitan pertama, menurut cerita dr. hary sudah mengenal surfing semenjak dia duduk di Sekolah Menengah Pertama (SMP) saat dia berkeinginan belajar bahasa Inggris kepada seorang surfer asal Australia dan mulailah perkenalannya dengan ombak Pacitan. Mulai dari itu dr. Hary menjalani kehidupannya sebagai seorang surfer di Pacitan sampai sekarang. Sekarang, setiap kali dia tidak bertugas, dokter yang rendah hati ini langsung menuju pantai untuk sekedar mengecek ombak dan surfing. Pernah suatu saat dia berjanji kepada istrinya untuk meninggalkan surfing setelah memiliki anak. Ketika usia semakin tua, ada waktu ia ingin berhenti berselancar. Namun kecintaanyya kepada surfing dan ombak Pacitan terlalu kuat, dia tidak bisa menghentikannya. dr. Hary tetaplah pelayan masyarakat sebagai seorang dokter namun dia juga tetap konsisten sebagai seorang surfer. Nilai-nilai itulah yang ingin ditiru oleh para surfer muda Pacitan, dari pengalaman dr. Hary surfer-surfer muda mulai mendapatkan secercah harapan dan jalan untuk mewujudkan impian mereka.

pacitan surfing
He's a Legend
Singkat cerita pada awal tahun 2000 an Surfing mulai dikenal dan populer di kalangan warga setempat. Seiring dengan mulai dikenalnya Surfing semakin banyak pula ditemukan pantai-pantai dengan spot-spot yang layak digunakan untuk surfing yang sebelumnya belum pernah dijamah sama sekali. Semakin banyak juga pemuda-pemudi lokal yang mulai mencoba Surfing. Pada tahun 2003 mulai dibentuklah sebuah komunitas surfing sebagai tempat surfer-surfer Pacitan dalam mewujudkan mimpi mereka yaitu "Pacitan Surfing Club". Dengan keberadaan komunitas ini mimpi mereka sedikit demi sedikit mulai terwujud Ombak Pacitan mulai dikenal dan Olahraga Surfing  mulai diterima masyarakat Pacitan. Mimpi pun tak hanya berhenti disitu, mereka ingin Ombak Pacitan lebih dikenal masyarakat Indonesia dan Dunia Internasional. Industri Surfing semakin berkembang di Pacitan dan semua masyarakat Pacitan dapat merasakan dampak yang positif dari majunya industri surfing di Pacitan.
Former Pacitan Surf Club

pacitan surfing
Former Pacitan Surf Club






Tak mudah memang mewujudkan mimpi itu, selalu ada halangan dan rintangan. Tetapi semua itu tak menghentikan semangat mereka. Event kontes surfing adalah langkah awal PSC, mulai dari event kontes surfing lokal tahunan, event kontes surfing bertaraf nasional maupun internasional, disinilah keberadaan PSC mulai diakui, karena untuk memulai langkah ini PSC tak bisa hanya berjalan sendirian dibutuhkan support dari semua pihak baik pemerintah maupun swasta. Melalui Kontes ini tak hanya memperkenalkan Ombak Pacitan kepada dunia luar tetapi juga untuk memacu semangat surfer lokal untuk berkompetisi dengan surfer luar. Segala usaha dan jerih payah itu selalu ada hasilnya, sekarang perkembangan industri surfing semakin maju, Kota Pacitan mulai dikenal dengan wisata pantai dan Surfingnya (dianggap sebagai surganya surfer di Pulau Jawa) dan surfer lokal Pacitan mulai berprestasi di tingkat nasional. 

Ke depannya semoga regenerasi surfer-surfer di Pacitan tetap berjalan agar mimpi-mimpi para surfer dahulu tidak putus di tengah jalan dan dapat menjaga Ombak Pacitan tetap lestari.






About Pacitan Surfing

Pacitan is a small district in East Java. As shown above in pacitan can be found along the bay few spot surf with waves charming. Starting from the several local youth with knowledge about the potluck began exploring the sport of surfing beaches in Pacitan. It is not known exactly when there is a surfer surfing in the first place. At the end of 1999 until the early 2000's they began to explore Surfing, Surfing introduced to the public Pacitan and dreaming promote Surfing in Pacitan. Because they know that the beaches in Pacitan has huge potential.

With the knowledge they start Surfing Surfing improvise with makeshift equipment. First time without a surf board and just use the board bodyboard / boogieboard handmade. Only armed with their bodyboard 4-5 7-8 people turn to conquer the waves Teleng Ria Beach, not a few people who think they are crazy and desperate. Naturally, because people Pacitan still overshadowed by the awesomeness South Beach.

As time goes surfing knowledge they possess little by little, though only armed with a bodyboard. One time was playing someone who came to the beach with a surfboard "real surf board", whether the person is coming from, but look where that person is already familiar with the waves in Pacitan. Short stories began to get to know them with the "Local Surfer" that he named Hary Rosyid Ashari is a doctor and was called dr.Hary. Maybe this is his first pacitan local surfers, according to the story dr. hary already familiar with surfing since he was sitting in the Junior High School (SMP) when he wished to learn English to a surfer from Australia and began his acquaintance with the waves Pacitan. Starting from the dr. Hary lives his life as a surfer in Pacitan until now. Now, whenever he is not on duty, this humble doctor immediately headed to the beach to check the waves and just surf. Once upon a time he promised his wife to leave the surf after having children. When age is getting older, there are times he wants to stop surfing. However kecintaanyya to surf and waves Pacitan too strong, he can not stop it. dr. Hary remains a public servant as a doctor, but he also remained consistent as a surfer. The values ​​that are to emulate the young surfer Pacitan, from experience dr. Hary young surfers starting to get a glimmer of hope and a way to realize their dreams.

Short stories in the early 2000's Surfing became known and popular among local residents. Along with the start Surfing the more familiar beaches found with decent spots used to surf that had not been touched at all. More and more young people are also local start trying Surfing. In 2003 began formed a community as a place to surf surfers Pacitan in realizing their dream of "Pacitan Surfing Club". With the existence of this community is their dream come true gradually becoming known and Pacitan Waves Surfing Sports Pacitan began to be accepted by society. The dream did not just stop there, they want to surf better known Pacitan Indonesian people and the International Community. Surfing is growing in the industry and all public Pacitan Pacitan can feel the positive impact of the rapid advancement in the surf industry Pacitan.

Not easy to do realize that dream, there are always obstacles and barriers. But it did not stop their passion. Surf contest event is the first step PSC, ranging from an annual local surf contests, surf contests national or international standard, where the presence of PSC began to be recognized, due to start this step PSC can not just walk alone required the support of all parties, both government and private . Through this contest not only introduce Pacitan waves to the outside world but also to stimulate the spirit of local surfers for surfers to compete with the outside. All the effort and hard work is always to no avail, now surf the more advanced industrial development, with the city becoming known Pacitan tourist and surfing beaches (considered as the paradise for surfers in Java) and local surfer Pacitan began to excel at the national level.

Hopefully in the future regeneration surfers in Pacitan keep running so the dreams of surfers were not broken in the middle of the road and can keep Pacitan waves remain stable. 



Tentang Perkembangan Surfing di Pacitan





Pacitan adalah sebuah Kabupaten kecil yang ada di Jawa Timur. Dengan perbatasan sebelah Barat Kabupaten Wonogiri (Jawa Tengah), sebelah Timur Kabupaten Trenggalek, sebelah Utara Kabupaten Ponorogo, dan sebelah Selatan adalah Samudera Hindia.

Peta wisata pacitan







Dengan letaknya yang menghadap langsung ke Samudera Hindia, Pacitan berpotensi memiliki ombak yang bagus dan cocok digunakan untuk Surfing. Seperti gambar di atas di sepanjang teluk pacitan dapat ditemui beberapa spot surfing dengan ombak yang menawan. Berawal dari itu beberapa pemuda lokal dengan pengetahuan seadanya tentang olahraga surfing mulai mengeksplorasi pantai-pantai yang ada di Pacitan. Tidak diketahui kapan tepatnya ada surfer pertama kali surfing di tempat ini. Pada akhir tahun 1999 sampai awal 2000 an mereka mulai mendalami Surfing, memperkenalkan Surfing kepada masyarakat Pacitan dan bermimpi memajukan Surfing di Pacitan. Karena mereka tahu bahwa pantai-pantai di Pacitan memiliki potensi yang sangat besar.

Dengan pengetahuan Surfing seadanya mereka memulai Surfing dengan peralatan seadanya. Pertama kali tanpa surf board dan hanya menggunakan papan bodyboard/boogieboard handmade. Hanya berbekal 4-5 bodyboard mereka 7-8 orang bergantian menaklukkan ombak Pantai Teleng Ria, tak sedikit warga yang menganggap mereka gila dan nekad. Wajar, karena masyarakat Pacitan masih dibayang-bayangi dengan keangkeran Pantai Selatan.


pacitan surfing
Semua berawal dari Bodyboard ini
Seiring waktu berjalan pengetahuan mengenai surfing mereka kuasai sedikit demi sedikit, walaupun hanya berbekal bodyboard. Suatu saat sedang asyik bermain ada seseorang yang datang ke pantai dengan membawa surfboard "papan surfing sebenarnya", entah orang itu datang dari mana tetapi terlihat kalau orang tersebut sudah terbiasa dengan ombak di Pacitan. Singkat cerita mulai berkenalanlah mereka dengan "Surfer Lokal" tersebut dia bernama Hary Rosyid Ashari berprofesi sebagai dokter dan biasa dipanggil dr.Hary. Mungkin beliau inilah surfer lokal pacitan pertama, menurut cerita dr. hary sudah mengenal surfing semenjak dia duduk di Sekolah Menengah Pertama (SMP) saat dia berkeinginan belajar bahasa Inggris kepada seorang surfer asal Australia dan mulailah perkenalannya dengan ombak Pacitan. Mulai dari itu dr. Hary menjalani kehidupannya sebagai seorang surfer di Pacitan sampai sekarang. Sekarang, setiap kali dia tidak bertugas, dokter yang rendah hati ini langsung menuju pantai untuk sekedar mengecek ombak dan surfing. Pernah suatu saat dia berjanji kepada istrinya untuk meninggalkan surfing setelah memiliki anak. Ketika usia semakin tua, ada waktu ia ingin berhenti berselancar. Namun kecintaanyya kepada surfing dan ombak Pacitan terlalu kuat, dia tidak bisa menghentikannya. dr. Hary tetaplah pelayan masyarakat sebagai seorang dokter namun dia juga tetap konsisten sebagai seorang surfer. Nilai-nilai itulah yang ingin ditiru oleh para surfer muda Pacitan, dari pengalaman dr. Hary surfer-surfer muda mulai mendapatkan secercah harapan dan jalan untuk mewujudkan impian mereka.

pacitan surfing
He's a Legend
Singkat cerita pada awal tahun 2000 an Surfing mulai dikenal dan populer di kalangan warga setempat. Seiring dengan mulai dikenalnya Surfing semakin banyak pula ditemukan pantai-pantai dengan spot-spot yang layak digunakan untuk surfing yang sebelumnya belum pernah dijamah sama sekali. Semakin banyak juga pemuda-pemudi lokal yang mulai mencoba Surfing. Pada tahun 2003 mulai dibentuklah sebuah komunitas surfing sebagai tempat surfer-surfer Pacitan dalam mewujudkan mimpi mereka yaitu "Pacitan Surfing Club". Dengan keberadaan komunitas ini mimpi mereka sedikit demi sedikit mulai terwujud Ombak Pacitan mulai dikenal dan Olahraga Surfing  mulai diterima masyarakat Pacitan. Mimpi pun tak hanya berhenti disitu, mereka ingin Ombak Pacitan lebih dikenal masyarakat Indonesia dan Dunia Internasional. Industri Surfing semakin berkembang di Pacitan dan semua masyarakat Pacitan dapat merasakan dampak yang positif dari majunya industri surfing di Pacitan.
Former Pacitan Surf Club

pacitan surfing
Former Pacitan Surf Club






Tak mudah memang mewujudkan mimpi itu, selalu ada halangan dan rintangan. Tetapi semua itu tak menghentikan semangat mereka. Event kontes surfing adalah langkah awal PSC, mulai dari event kontes surfing lokal tahunan, event kontes surfing bertaraf nasional maupun internasional, disinilah keberadaan PSC mulai diakui, karena untuk memulai langkah ini PSC tak bisa hanya berjalan sendirian dibutuhkan support dari semua pihak baik pemerintah maupun swasta. Melalui Kontes ini tak hanya memperkenalkan Ombak Pacitan kepada dunia luar tetapi juga untuk memacu semangat surfer lokal untuk berkompetisi dengan surfer luar. Segala usaha dan jerih payah itu selalu ada hasilnya, sekarang perkembangan industri surfing semakin maju, Kota Pacitan mulai dikenal dengan wisata pantai dan Surfingnya (dianggap sebagai surganya surfer di Pulau Jawa) dan surfer lokal Pacitan mulai berprestasi di tingkat nasional. 

Ke depannya semoga regenerasi surfer-surfer di Pacitan tetap berjalan agar mimpi-mimpi para surfer dahulu tidak putus di tengah jalan dan dapat menjaga Ombak Pacitan tetap lestari.






About Pacitan Surfing

Pacitan is a small district in East Java. As shown above in pacitan can be found along the bay few spot surf with waves charming. Starting from the several local youth with knowledge about the potluck began exploring the sport of surfing beaches in Pacitan. It is not known exactly when there is a surfer surfing in the first place. At the end of 1999 until the early 2000's they began to explore Surfing, Surfing introduced to the public Pacitan and dreaming promote Surfing in Pacitan. Because they know that the beaches in Pacitan has huge potential.

With the knowledge they start Surfing Surfing improvise with makeshift equipment. First time without a surf board and just use the board bodyboard / boogieboard handmade. Only armed with their bodyboard 4-5 7-8 people turn to conquer the waves Teleng Ria Beach, not a few people who think they are crazy and desperate. Naturally, because people Pacitan still overshadowed by the awesomeness South Beach.

As time goes surfing knowledge they possess little by little, though only armed with a bodyboard. One time was playing someone who came to the beach with a surfboard "real surf board", whether the person is coming from, but look where that person is already familiar with the waves in Pacitan. Short stories began to get to know them with the "Local Surfer" that he named Hary Rosyid Ashari is a doctor and was called dr.Hary. Maybe this is his first pacitan local surfers, according to the story dr. hary already familiar with surfing since he was sitting in the Junior High School (SMP) when he wished to learn English to a surfer from Australia and began his acquaintance with the waves Pacitan. Starting from the dr. Hary lives his life as a surfer in Pacitan until now. Now, whenever he is not on duty, this humble doctor immediately headed to the beach to check the waves and just surf. Once upon a time he promised his wife to leave the surf after having children. When age is getting older, there are times he wants to stop surfing. However kecintaanyya to surf and waves Pacitan too strong, he can not stop it. dr. Hary remains a public servant as a doctor, but he also remained consistent as a surfer. The values ​​that are to emulate the young surfer Pacitan, from experience dr. Hary young surfers starting to get a glimmer of hope and a way to realize their dreams.

Short stories in the early 2000's Surfing became known and popular among local residents. Along with the start Surfing the more familiar beaches found with decent spots used to surf that had not been touched at all. More and more young people are also local start trying Surfing. In 2003 began formed a community as a place to surf surfers Pacitan in realizing their dream of "Pacitan Surfing Club". With the existence of this community is their dream come true gradually becoming known and Pacitan Waves Surfing Sports Pacitan began to be accepted by society. The dream did not just stop there, they want to surf better known Pacitan Indonesian people and the International Community. Surfing is growing in the industry and all public Pacitan Pacitan can feel the positive impact of the rapid advancement in the surf industry Pacitan.

Not easy to do realize that dream, there are always obstacles and barriers. But it did not stop their passion. Surf contest event is the first step PSC, ranging from an annual local surf contests, surf contests national or international standard, where the presence of PSC began to be recognized, due to start this step PSC can not just walk alone required the support of all parties, both government and private . Through this contest not only introduce Pacitan waves to the outside world but also to stimulate the spirit of local surfers for surfers to compete with the outside. All the effort and hard work is always to no avail, now surf the more advanced industrial development, with the city becoming known Pacitan tourist and surfing beaches (considered as the paradise for surfers in Java) and local surfer Pacitan began to excel at the national level.

Hopefully in the future regeneration surfers in Pacitan keep running so the dreams of surfers were not broken in the middle of the road and can keep Pacitan waves remain stable.