News : Big Expose Pacitan Waves

Big Expose! Is it too much or is it too good???
All in cover surfing magazines, bangga atau sedihkah kita? Semua ada efek positif dan negatif, namun saat semua ini dikuasai kaum kapitalis percayalah yang ada tinggal efek negatifnya!

Pacitan Surfing

Kapan semua ini berawal? Dari dua cover majalah surfing (SURF dan WAVES magazines) inilah semua berawal. Saat Bruce Iron sang juara dunia datang ke watu Karung, Pacitan. Entah apa yang bisa membawa dia dan crew nya bisa datang kesini. Setelah dua majalah dengan cover ombak Watu Karung, Pacitan itu terbit, mulailah beberapa profesional surfer dunia silih berganti datang ke Pacitan untuk produksi film dan foto shoot untuk ajang promosi produk-produk surfing mereka.


Pacitan Surfing

Pacitan Surfing

Pacitan Surfing

Pacitan Surfing

Pacitan Surfing

Promosi dan publikasi memang penting, tapi promosi yang berujung eksploitasi lah yang tidak kita harapkan. Setelah ekspos yang besar-besaran tentang ombak Watu Karung, Pacitan itu mulai terasa beberapa dampak yang dapat dirasakan masyarakat sekitar. Yang pasti daerah pantai mereka menjadi terkenal di dunia, selain itu investor asing pun mulai berdatangan. Investor Asing datang? bagus atau burukkah? Bagus, jika investor asing itu datang dan mengembangkan potensi lokal setempat untk kepentingan masyarakat sekitar dan efek/feedback yang bagus dan bermanfaat. Buruk, jika investor datang untuk "menguasai" wilayah setempat untuk tujuan komersial pribadi atau semacam privatisasi wilayah. Sebagai contoh; kita bisa lihat ada dua buah villa yang sudah berdiri di bibir pantai dan bukit pantai srau. Padahal di wilayah itu adalah wilayah yang seharusnya dikelola oleh pemerintah setempat. Bagaimana di watu karung? cerita dari seorang lokal disana, sekarang banyak orang kaya baru/jutawan di Watu Karung. Penduduk setempat banyak yang menjual sebidang tanahnya kepada orang asing. Sebidang tanah yang sebelumnya dengan harga pasaran sekitar 15-30 juta sekarang bisa dihargai dengan ratusan juta oleh orang asing. Hmmm...

Ekspos besar-besaran melalui koran, majalah, televisi dan  internet tentang ombak watu karung, Pacitan memang memiliki dampak yang sangat besar. Tinggal kita sebagai masyarakat lokal siapkah dengan keadaan ini? Ini adalah beberapa film yang mengekspos ombak Pacitan.















dan tak tanggung-tanggung film-fillm tersebut di produksi brand surfing sekelas quiksilver, oakley, rip curl, dsb. Bagaimana kita bisa mengelak dari ekspose besar-besaran seperti itu?? Siapkah kita jika Kota Pacitan menjadi seperti kota Bali? Yaah... mungkin seperti itulah industri surfing di dunia ini harus berjalan, tinggal bagaimana kita menyikapinya. Apakah kita hanya bisa menjadi penonton atau tamu di tempat kita sendiri? atau kita bisa menjadi tuan rumah yang baik dan menyambut tamu-tamu kita dengan ramah dengan khas kesahajaan kota Pacitan?

Semoga pemerintah Pacitan tidak kecolongan akan hal ini, mari kita jaga dan selamatkan potensi kekayaan alam Kota Pacitan ini. Kita harus bisa menjadi tuan rumah di tempat kita sendiri, selamatkan Ombak Pacitan dari jajahan kaum Kapitalis dari luar sana. Cheers!

No comments: