News : Dikuasai Asing Harga Tanah pun Melonjak




Sebuah cuplikan berita dari TribunNews.com
Belasan resort, cottage, bungalow dan penginapan menghiasi sepanjang pantai Watukarung Pacitan. Bangunan-bangunan itu umumnya berarsitektur Jawa. Atap limas menjadi ciri paling mencolok.

Namun siapa sangka, resor-resor itu ternyata semuanya milik warga asing. Penginapan milik warga asing muncul satu persatu sejak 2010 lalu. Hanya dalam waktu tiga tahun, pantai dan tanah-tanah di sekitarnya sekarang ini dikuasai warga asing.


Kepala Desa Watukarung, Wiwid Peni Dwiantari, mengatakan, “yang di kawasan ring satu sudah habis. Sekarang yang jadi incaran ya tanah di ring dua dan tiga.”



Masuknya pemodal asing itu ternyata membawa keuntungan bagi warga. Tanah-tanah gersang milik mereka yang dulu tak punya harga, tiba-tiba menjadi rebutan. Empat tahun lalu, tanah itu hanya berkisar Rp 30.000/meter persegi. Itupun untuk menjualnya butuh waktu panjang. Namun sekarang harga tanah itu sudah tembus Rp 1 juta/meter persegi.

Berdasarkan catatan desa, para pemodal asing yang telah masuk ke Pantai Watukarung berasal berasal dari Swiss, Australia, Jepang, Singapura, Filipina dan Jerman.

Wiwid menjelaskan, kedatangan pemodal asing itu dipelopori Rodney Philips Gordon asal Australia dan Mr Gerberroman asal Swiss. Semenjak kedatangan kedua investor yang membuka usaha mulai 2010, para investor asing secara bergelombang berdatangan dan memborong ratusan hektar tanah di ring satu.

Sebut saja Mr Alex (40) dari Australia, kemudian Pepen (45) berkebangsaan Jepang dan Tominich asal Jerman yang membuka jasa yang sama. Para pemodal itu rata-rata memiliki jaringan dengan pengelola wisata di Bali, Solo atau Yogjakarta, tiga kota yang memang sudah lama menjadi jujugan turis asing.

Biro-biro perjalanan di tiga kota itu pula, yang paling banyak membawa turis asing ke Pacitan. Sementara biro-biro wisata Jatim, malah tidak ada yang menyentuhnya. Kalaupun ada, adalah biro wisata lokal Pacitan, yang memang bekerja sama dengan biro wisata Bali, Solo, dan Yogyakarta.