Pada tahun 2017 ini, salah satu spot surfing yang mendunia di Pacitan akan kembali menjadi bahan pembicaraan. Pasalnya adalah WSL (World Surf League) Region Asia telah mengumumkan Even Seri Kualifikasi di Indonesia, tepatnya di Pacitan, di Watu Karung yang diberi tajuk Hello Pacitan Pro 2017 Men's QS1,000. Rencananya even ini akan berlangsung pada tanggal 16-20 Agustus 2017. 

Watu karung
source : http://www.worldsurfleague.com
WSL / Hammond

Di dalam websitenya WSL menjelaskan bahwa Spot Watu Karung ini sangat spesial dan spektakuler, ada ombak Barrel Lefthander di sebelah timur dan ombak right hand  di sebelah barat pantai yang yang bisa muncul dalam kondisi swell, angin, dan arus yang berbeda sehingga menjadikannya impian para surfer karena Watu Karung memberikan pilihan Ombak reef break kelas dunia dalam satu garis pantai.

Watu Karung
source : http://www.worldsurfleague.com
WSL / Hammond
Namun dibalik itu semua, setelah berita  ini dipublish oleh WSL melalui website resminya dan mulai tersebar di kalangan surfer, banyak terjadi pro dan kontra akan hal ini, karena ini akan menjadi pertama kalinya diadakan kontes surfing di Watu karung walaupun sudah banyak pro surfer dunia yang telah datang ke Watu karung ini. Masih banyak surfer yang menganggap spot ini adalah spot rahasia, spot yang menjadi idaman dan tersembunyi dari keramaian. Sehingga dengan adanya kompetisi ini di Watu akan menjadikan Watu semakin ramai dan dikenal banyak orang nantinya.

Bagi masyarakat yang pro dengan kompetisi ini tentu mereka akan bangga dengan terpilihnya Watu karung menjadi tempat diadakanya kompetisi sekelas WSL.

--------------------------------------------------------------------------------------





In 2017, one of the world's surfing spots in Pacitan will return to talks. The reason is WSL (World Surf League) Asia Region has announced the Series Qualification event in Indonesia, precisely in Pacitan, in Watu Karung who was given the title of Hello Pacitan Pro 2017 Men's QS1,000. The plan of this event will take place on 16-20 August 2017.

In its website WSL explains that Spot Watu Karung is very special and spectacular, there are waves of Barrel Lefthander in the east and right hand waves on the west coast which can appear in different swell, wind and current conditions that make it the dream of the surfers because Watu Karung provides a World-class reef break waves in one coastline.

But behind it all, after this news published by WSL through its official website and began to spread among the surfer, there are many pros and cons of this, because this will be the first time held a surf contest in Watu even though many pro surfers of the world that has been Come to Watu. There are still many surfers who think this spot is a secret spot, a spot that becomes a dream and hidden from the crowd. So with this competition in Watu will make Watu increasingly crowded and known to many people later

For the pro community with this competition, they will be proud of the election of Watu Sack to host the WSL class competition.


Source : WSL

Surf Contest : Pro Kontra Hello Pacitan Pro 2017 di Pantai Watu Karung

Pada tahun 2017 ini, salah satu spot surfing yang mendunia di Pacitan akan kembali menjadi bahan pembicaraan. Pasalnya adalah WSL (World Surf League) Region Asia telah mengumumkan Even Seri Kualifikasi di Indonesia, tepatnya di Pacitan, di Watu Karung yang diberi tajuk Hello Pacitan Pro 2017 Men's QS1,000. Rencananya even ini akan berlangsung pada tanggal 16-20 Agustus 2017. 

Watu karung
source : http://www.worldsurfleague.com
WSL / Hammond

Di dalam websitenya WSL menjelaskan bahwa Spot Watu Karung ini sangat spesial dan spektakuler, ada ombak Barrel Lefthander di sebelah timur dan ombak right hand  di sebelah barat pantai yang yang bisa muncul dalam kondisi swell, angin, dan arus yang berbeda sehingga menjadikannya impian para surfer karena Watu Karung memberikan pilihan Ombak reef break kelas dunia dalam satu garis pantai.

Watu Karung
source : http://www.worldsurfleague.com
WSL / Hammond
Namun dibalik itu semua, setelah berita  ini dipublish oleh WSL melalui website resminya dan mulai tersebar di kalangan surfer, banyak terjadi pro dan kontra akan hal ini, karena ini akan menjadi pertama kalinya diadakan kontes surfing di Watu karung walaupun sudah banyak pro surfer dunia yang telah datang ke Watu karung ini. Masih banyak surfer yang menganggap spot ini adalah spot rahasia, spot yang menjadi idaman dan tersembunyi dari keramaian. Sehingga dengan adanya kompetisi ini di Watu akan menjadikan Watu semakin ramai dan dikenal banyak orang nantinya.

Bagi masyarakat yang pro dengan kompetisi ini tentu mereka akan bangga dengan terpilihnya Watu karung menjadi tempat diadakanya kompetisi sekelas WSL.

--------------------------------------------------------------------------------------





In 2017, one of the world's surfing spots in Pacitan will return to talks. The reason is WSL (World Surf League) Asia Region has announced the Series Qualification event in Indonesia, precisely in Pacitan, in Watu Karung who was given the title of Hello Pacitan Pro 2017 Men's QS1,000. The plan of this event will take place on 16-20 August 2017.

In its website WSL explains that Spot Watu Karung is very special and spectacular, there are waves of Barrel Lefthander in the east and right hand waves on the west coast which can appear in different swell, wind and current conditions that make it the dream of the surfers because Watu Karung provides a World-class reef break waves in one coastline.

But behind it all, after this news published by WSL through its official website and began to spread among the surfer, there are many pros and cons of this, because this will be the first time held a surf contest in Watu even though many pro surfers of the world that has been Come to Watu. There are still many surfers who think this spot is a secret spot, a spot that becomes a dream and hidden from the crowd. So with this competition in Watu will make Watu increasingly crowded and known to many people later

For the pro community with this competition, they will be proud of the election of Watu Sack to host the WSL class competition.


Source : WSL